Internet dan Jihad Global Dunia Maya
Internet adalah “Afghanistan Baru”.
Begitu ungkap seorang Komisi Polisi New York, Raymond Kelly (Reuters, Sabtu, 15
Agustus 2007). Disejajarkannya internet dengan perang di Afghanistan
menunjukkan betapa dahsyatnya pengaruh ineternet secara khusus dan media massa
secara umum dalam jihad global dewasa ini. Apalagi yang menyampaikan adalah
seorang komisi polisi kota New York, jantung ibukota dunia, bisa dibayangkan
betapa seriusnya masalah ini.
Dalam buku berjudul : “Terror on the Internet, The New
Arena, The New Challenges” yang ditulis oleh Gabriel Weimann, seorang profesor
komunikasi di Universitas Haifa, Israel, yang juga seorang analis terorisme dan
media massa, mengatakan : “Saat ini teroris tidak hanya berperang di dunia
nyata, tetapi juga berperang di dunia maya sebagaimana mereka melakukannya di
darat.”
Tidak terbantahkan, internet saat ini telah menjadi
ajang jihad global di dunia maya. Kalau di dunia nyata mujahidin bertempur
dengan kaum kuffar dengan senjata AK 47, dan pelbagai persenjataan lainnya,
maka di dunia maya para Cyber Mujahid menggunakan mouse dan key board komputer
untuk merangkai kata, merilis video, membuat images, berdiskusi di milis-milis
dan forum, bahkan melakukan ‘serangan’ atau hacking ke situs-situs kuffar. Jadi
jihad global memang sedang terjadi tidak hanya di dunia nyata yakni bumi jihad
tapi juga di dunia maya, yaitu di internet. Allahu Akbar!
Al Qaidah dan As-Shahab Media
Dalam sebuah film dokumenter yang diproduksi oleh
Televisi NHK Jepang dan di up date kembali oleh Discover Times Channel,
diinvestigasi bagaimana keberadaan As Shahab, Media Publikasi Al Qaidah yang
paling berpengaruh saat ini.
As Shahab, dalam bahasa Arab yang artinya “Clauds”
atau awan memang memaksudkan dirinya sebagai pembawa pesan. Mereka berharap,
dunia akan dipenuhi oleh pesan-pesan seperti awan. Dalam film dokumenter yang
berjudul Media Jihad tersebut diketahui bahwa negara Pakistan adalah garis
terdepan yang menjembatani publikasi video antara Al Qaidah di satu sisi dengan
Barat di sisi yang lain. Sejak tahun 1999 Syekh Usamah bin Ladin dan para
pengikutnya telah memanfaatkan tehnologi video untuk menyebarkan pesan-pesannya
ke seluruh dunia. Sejak saat itu, ratusan video jihad dirilis dan disebarkan ke
seluruh dunia. Dahsyat.
Dalam sebuah laporan lainnya, disampaikan bahwa
Al-Qaida telah mengoptimalkan penggunaan internet untuk melakukan rekrutmen
anggota baru. Terbukti, meskipun para tokoh puncak Al Qaidah di Saudi –
termasuk Issa Saad bin Oshan, salah seorang redaktur majalah on line terkenal –
telah dihabisi pihak keamanan Saudi, kelompok itu terus menerbitkan dua majalah
yang didistribusikan secara luas selama beberapa tahun terakhir.
“Terbukti kekuatan Al Qaidah di Saudi sungguh hebat.
Mereka mampu menerbitkan majalah dua kali sebulan, selama setahun penuh,
meskipun banyak tokohnya telah terbunuh,” kata Paul Eedle, analis di London
yang sangat mencermati situs-situs internet Al Qaidah.”
“Ini menunjukkan, kelompok kecil sekalipun dapat terus
melakukan kampanye dengan menggunakan internet. Sebelum zaman internet, sebuah
kelompok pasti segera tak terdengar lagi, jika jumlah mereka berkurang seperti
Al Qaidah di Saudi,” katanya.
As Sahab memang bukan satu-satunya media informasi
mujahidin. Daulah Islamiyyah Irak memiliki Al Furqan. Sebagaimana dirilis oleh
mereka, Divisi Informasi Negara Islam Irak telah mengumumkan pembentukan
institusi media dengan tugas memproduksi dan mempublikasikan audio-visual dan
informasi-informasi lainnya yang dikeluarkan oleh Divisi Informasi Negara Islam
Irak, yakni Al Furqan. Begitu juga dengan Al Fajr Media, yang mengkhususkan
penyebaran video-video mujahidin Afghanistan, dan masih banyak lagi tentunya,
sebuah media jihad di setiap bumi jihad.
Dirilisnya video terbaru oleh As Sahab Media yang berjudul
“Wasiat Martir Dua Serangan, New York dan Washington” paska ulang tahun ke-6
9/11 kemarin yang wasiat ini disampaikan oleh Mujahid As Syahid (insya Allah)
Abu Mus’ab Waleed al-Shihri, menunjukkan kontinuitas dan optimalisasi serta
ketepatan waktu penggunaan media internet yang on line dan bisa diakses di
seluruh dunia. Hal ini menjadikan peranan internet atau media dalam jihad
global dewasa ini begitu dahsyat dan sangat ditakuti musuh-musuh Islam dan
media kuffar tentunya. Jadi tidak berlebihan jika internet kemudian dikatakan
sebagai The New Afghanistan.
Media Masa Corong Ideologis
Sebelumnya, tidak pernah seperti ini. Hegemoni pers
global oleh Barat telah memarginalkan kaum muslimin dan terutama berita jihad
dari mujahidin. Selama ini kaum muslimin hanya mendapat berita-berita dunia
dari kantor-kantor berita kuffar seperti Reuters, AFP, CNN, BBC, ABC, The
Times, dan sejenisnya yang tentunya sangat bias kepentingan. Media-media massa
kuffar tersebut sudah barang tentu akan menyampaikan berita-berita menurut
keinginan propaganda ideologis mereka dan akan mendiskriditkan informasi dari
kaum muslimin, mujahidin khususnya.
Dalam sebuah artikel di Republika, Adian Husaini
pernah mengatakan bahwa Barat mengontrol informasi dunia dan memproduk
rata-rata 6 juta kata per hari, sementara Timur (Islam) hanya mampu 500 ribu
kata per hari.
Dari perbandingan produksi kata melalui berbagai jenis
media cetak, elektronik, dan dunia maya tampak jelas bahwa diseminasi nilai
yang terus menerus dicangkokan ke benak manusia adalah nilai-nilai, doktrin,
ideologi serta budaya Barat. Tengok jaringan informasi seperti CNN yang
ditayangkan 24 jam terus-menerus melalui jaringan satelit yang bisa ditonton di
seluruh pelosok dunia melakukan cuci otak tanpa henti. Media massa nasional pun
lebih banyak merujuk kepada informasi yang diproduksi oleh kantor berita
seperti UPI, Reuters, dan BBC. Tidak ada ceritanya media di Indonesia mengambil
referensi dari As-Sahab, Ar Rahmah, Al Muhajirun, atau secara mandiri
mengembangkan informasi tanding.
Ketimpangan informasi yang terjadi dan geliat jihad
global yang mulai bangkit secara merata akhirnya mendorong kaum muslimin
membuat media massa tandingan. Hal ini juga didorong dengan keyakinan bahwa
menulis dan menyebarkan produk yang mengandung materi yang dapat memotifasi
jihad dalam semua bentuknya, baik buku, kaset, beletin, majalah, video, dan
lainnya adalah termasuk cabang jihad dengan lisan. Kaum muslimin juga meyakini
bahwa bagi bagi orang yang tidak mempunyai kemampuan menulis buku, mereka dapat
menyebarkannya baik dengan tangan, dengan faks atau dengan email. Termasuk juga
jihad dengan lisan adalah menulis makalah di majalah-majalah,
bulletin-bulletin, tabloid-tabloid, menulis di internet, mengelola situs,
surat-menyurat melalui email, milis dan aktif di forum-forum Islam yang intinya
menyampaikan pesan dan berita mujahidin kepada ribuan manusia, dan membela
Islam di setiap kesempatan. Dari sinilah akhirnya lahir puluhan bahkan ribuan
situs Islam, milis, forum, video-video jihad yang dikelola oleh kaum muslimin,
seperti Al Jazera, Al Ikhlas, Al Firdaus, Sawtul Islam, Kavkaz Center, dan
banyak lagi yang lainnya untuk skala internasional, serta Ar Rahmah Media, Al
Muhajirun, Al Qoidun, As Sofwah, dan lainnya untuk skala lokal. Akhirnya, media
massa kuffar seperti CNN dan BBC pun mendapat tandingan.
Al Qaidah di Saudi, melalui Oshan, mengelola Sawt
al-Jihad (Suara Jihad), yakni alat propaganda paling penting untuk menyebarkan
ide-ide Al Qaidah di Saudi. Terbitan penting lainnya adalah Muaskar al-Battar,
suatu panduan perang gerilya yang disusun Al Qaidah.
“Saya kagum oleh kontinuitas penerbitan majalah itu,
meskipun isinya sangat terlambat. Ini salah satu media kampanye terbaik yang
dimiliki sebuah kelompok mujahidin ,” kata analis lain, dari sebuah institut
studi pertahanan Eropa, yang tidak mau disebutkan namanya.
Menurut Peter Bergen, penulis buku laris Holy War,
Inc, Al Qaidah memang telah memanfaatkan teknologi Barat untuk menyerang Barat
sendiri. Menurutnya, orang ini atau Syekh Usamah bin Ladin adalah orang yang
cerdas. Orang-orang Al Qaidah di bawah Syekh Usamah adalah orang-orang yang
sangat ahli menggunakan seluruh teknologi pembuatan video, dan mahir pula dalam
cyber internet sebagai sarana untuk menyebarkan video-video mereka dalam
pelbagai format.
Dalam sebuah film dokumenter produksi NHK Jepang,
diperlihatkan video-video jihad karya As Shahab yakni tentang 19 Syahid pelaku
peristiwa 911. Film juga memperlihatkan cuplikan film “Battle of Riyadh” yakni
operasi syahid mujahidin di Riyadh. Masih menurut Peter Bergen, pilihan kepada
video jihad dan publikasinya lewat internet adalah karena cepatnya informasi
ini sampai ke seluruh dunia sebagai bagian dari propaganda Al Qaidah.
Selain cepat, video-video jihad yang diproduksi oleh
mujahidin bisa langsung menuju sasaran tembak yang tepat. The Jihad Media
Battalion, sebuah kelompok distribusi dan kompilasi video-video jihad,
baru-baru ini mengeluarkan sebuah video yang dialamatkan ke pemerintahan kuffar
AS dengan judul : They Are Coming (Mereka Datang), sebagai peringatan akan
adanya operasi-operasi jihad di masa datang. Video ini berisikan latihan tempur
dan serang di Afghanistan, Iraq, Eritrea, Saudi Arabia, Philipina, Khasmir,
Chechnya, Somalia, Pakistan, dan Indonesia sebagai sebuah propaganda, dan
gambar-gambar pasukan yang terluka dan cacat sebagai pelengkap.
Video tersebut dibuka dengan pesan dari Abu Hager
al-Muqrin, pimpinan Al-Qaida di Saudi Arabia, dan Syekh Osama bin Laden yang
menyemangatkan para mujahidin untuk menyerang seluruh kepentingan-kepentingan
Amerika yang ada, dilengkapi dengan gambar-gambar pasukan Amerika yang menangis
sedih dan yang tewas. Video diakhiri dengan sebuah filem dokumentar dari John
Pilger’s, Breaking the Silence, berisi sebagian wawancara dengan William
Krystal dari Standard Weekly Publikasi yang berbicara tentang nasionalisme
Amerika yang berlebihan. Jihad Media Battalion menyuguhkan sebuah pertanyaan
penting : “Apakah Bush menyampaikan sebuah kebenaran?”
Video ini jelas membawa pesan yang ditujukan kepada
pasukan Amerika dan pertanyaan untuk pimpinan-pimpinan mereka, bahwa kedatangan
mereka ke negeri-negeri kaum muslimin akan diperingati. Mereka mengatakan :
“Kamu datang ke kuburanmu…kami akan mengakhiri tiranimu melawan dunia….maka
hancurkan dirimu sendiri…ketika dia datang kepadamu”. Sungguh, video ini adalah
sebuah serangan yang mematikan, langsung di jantung hati orang-orang Amerika
dan pemimpin-peminpin mereka. Dahsyatnya pengaruh video jihad ini juga terlihat
ketika sebuah video paling baru yang dikeluarkan oleh As Shabab Media. Dalam
video yang diberi judul The Solution atau Al Hill Pemimpin Jihad Al-Qaida
Syaikh Osama bin Laden menganjurkan orang Amerika membuang sistem pemerintahan
demokratis mereka dan memeluk Islam. Dan menurut sebuah sumber, usai video
tersebut beredar di seluruh dunia, sejumlah warga Amerika Serikat memeluk
Islam. Subhanallah!
Dalam transkripsi video itu, Syaikh Usmah bin laden
(hafizahullah) mengatakan ada dua cara untuk mengakhiri perang Irak. Satu cara
katanya adalah para pejuang Mujahidin terus memperhebat serangan terhadap
orang-orang kafir dari tentara dan murtaddin dari anggota pasukan kafir Amerika
dan jalan lainnya orang Amerika membuang sistem pemerintahan demokratis dan
memeluk Islam.
Cyber Mujahid & Merger Media Jihad
Kehebatan Cyber Mujahid dalam menyerang situs-situs
kuffar teryata juga sudah terbukti. Diberitakan dalam sebuah situs Global War
bahwa beberapa hacker muslim menyerang sekitar 750 situs internet Israel,
termasuk bank terbesar di negara tersebut, sebagai protes melawan operasi
militer Israel di Gaza.
“Kalian membunuhi rakyat Palestina, kami hijak
server-server kalian, sebagaimana tertera di sebuah pesan home page di situs
target, Kamis pagi.
Hapoalin, bank terbesar di Israel, juga diserang,
sebagaimana Rumah Sakit Rambam di sebelah utara kota Haifa, tulis media Israel.
Surat Kabar Jurusalem Post mengatakan bahwa serangan
yang terjadi dilakukan oleh kelompok hacking yang bernama Tim Setan, dan
berbasis di Maroko. Kelompok tersebut menyatakan bertanggungjawab terhadap
serangan kepada situs pemerintah AS di tahun 2004, lanjut surat kabar tersebut.
Para hacker yang pro Palestina telah merilis serial
serangan kepada Israel dan yang pro Israel di sebuah situs, sebagai lanjutan
dari Intifada di tahun 2000. Pasukan Israel masuk Gaza Ahad lalu untuk mencari
seorang tentara Israel yang diculik oleh pejuang perlawanan Palestina pada Ahad
lalu.
Kalangan Cyber Mujahid juga mengenal beberapa sosoknya
yang lagendaris, yang salah satunya memiliki nick name Irhaby 007. Beliau
adalah Younis Tsouli, 22 tahun asal London Barat. Aksi-aksi beliau di dunia
maya begitu lagendaris, dan yang paling dikenal adalah mempropagandakan
video-video dari Syekh Abu Musab Al Zarqawi rahimahullah (eksekusi kaum kuffar)
pada awal-awal perang Irak, dan mengirimkan video tersebut ke hampir seluruh situs
dan forum jihad yang on line. Selain itu Irhaby 007 juga membuat sebuah buku
panduan hacker bagi para pemula untuk memulai serangan ke situs-situs kuffar
yang ada. Sayangnya, beliau akhirnya tertangkap oleh kepolisian Scotland Yard,
dengan tuduhan merencanakan sebuah pengeboman. Padahal kecanggihan Irhaby 007
sangat sulit dicari tandingannya, karena beliau menguasai ilmu hacking,
programming, serangan executing on line, dan master digital serta disain media.
Sebagaimana diungkapkan oleh Rita Katz dan Michael Kern, seorang analis, bahwa
Irhaby adalah seorang master dari seluruh ketrampilan tadi yang sulit dicari
tandingannya.
Perkembangan menarik di dunia maya selain meningkatnya
serangan para Cyber Mujahid di atas adalah mergernya beberapa media jihad dan
bermunculannya situs-situs jihad di hampir seluruh dunia. Perkembangan ini
tentunya sangat kondusif dan signifikan dengan upaya mengembalikan kejayaan
umat Islam, Insya Allah.
Dalam sebuah pemberitaan di forum Al-Firdaws (sebuah
situs forum jihad berbahasa Inggris) InterVision akan bergabung dengan
Caliphate Voice Channel (saluran informasi Negara Islam Irak) di bawah bendera
Global Islamic Media Front
Sebagaimana peryataan mereka, Al-Firdaws Jihadi Forums
sedang menghubungkan saudara laki-laki tercinta mereka di Front Media Islam
Global. Serikat sekerja ini yang dikenali adalah penanda penting dan usaha
berhubungan akan menambah masa depan kerja. Berdasarkan hal tersebut, kami
menyatakan: Al-Firdaws InterVision Channel akan menghubungkan/bergabung dengan
Caliphate Voice Channel (CVC) di bawah bendera Front Media Islam Global dan di
bawah nama: Caliphate Voice Channel.
Di bumi jihad Somalia sejak pecah perang antara
aggressor AS dengan mujahidin Somalia, bermunculan situs-situs jihad yang
menyerukan jihad. Seruan itu mereka sebar di berbagai situs internet Somalia,
guna membangkitkan semangat perlawanan mengusir kehadiran militer Ethiopia dan
AS.
Kalimat ajakan jihad dengan mudah dapat dilihat di
berbagai situs internet, lalu memunculkan komentar para pakar Somalia. Mereka
mengatakan bahwa kalimat kalimat itu awalnya muncul dari situs Al-I’lam
al-Jihadi, media jihad. Menurut para pakar Somalia, kalimat itu menyebar sangat
cepat dan sulit dihalangi oleh pemerintah Somalia disebabkan pengelolanya tidak
mampu terlacak keberadaannya.
Dalam pembicaraan dengan Islam on line, seorang pakar
informasi Somalia, Muhamad Jaouri, membagi media massa Somalia pada tahap ini
menjadi tiga jenis. Ada media yang mendukung pemerintah transisi Somalia di
seluruh informasinya, ada yang secara langsung menyeru penggulingan
pemerintahan transisi, dan ada pula yang menyerukan perang melawan penjajah
asing seperti Ethiopia dan Amerika. Semuanya tersebar di situs-situs internet.
Media internet yang menyerukan
Tidak ada komentar :
Posting Komentar